Rabu, 03 Mei 2017

Roda Roda Kehidupan


 Tubuh ini lelah... dengan keadaan seperti ini.. pasrah.. namun tetap berusaha.. menjadi yang terbaik untuk keluaga kecilku... entah seberapa besar pengorbananku.. aku ta perduli.. jauh dalam anganku.. aku hanya berfikir bagaymana membuat keluarga kecilku bahagia...
dan yang aku harapkan setelah ini ada krbahagiaan.. aku percaya roda kehidupan itu terus berputar.. aku hanya menunggu dan memcari peluang yang ada untuk hidup yang lebih baik dari saat ini.. putri kecilku.. adalah penyemangat dalam hidupku.. dan istriku adalah pelabuhan dari perjuanganku... aku akan kembali bersama keberhasilan utuk kalian.. amin amin ya Allah ya robal alamin.

Penulis: AN (inisial)

Dengar Bisiku

   Aku tau jarak adalah penghalang
aku atau aku takan berhenti untuk berjuang,
mimpi kita takan pernah menjadi nyata dan anggaplah ini pengorbanan meski terkadang semua ta selalu seperti yang di inginkan,
bersama sunyi rindu ini begitu lirih memanggil namamu..
bernyanyi bersenandung kata-kata rindu..
wahay kau yang ku sayan dengarlah bisiku.

Penulis: AN (inisial)

Pergi Bersama Luka Ini

kau datang begitu saja seprrti hujan..
seumpama hati ini yang tandus dan gersang kau sirami hati ini hingga tumbuhlah benih cinta yang telah lama hilang.
enkau ubah sianku menjadi malamku yang bertaburan bitang, engkau hiasi pagiku dengan pelangi..
hingga hari demi haripun begitu cepatnya berlalu.. kaupun menghilang bagay di telan bumi,
tersirat kabar angin, bahwa kau dengan yang lain, hati ini hancur melebihi berkepingkeping seperti halnya biji atom yang berterbangan di pagihari, kau temui aku di tepi danau itu bersama dia yg terpilih.. dan katakan " maafkan aku anggaplah ini rencana tuhan" saat kau ucapkan itu aku lebih memilih pergi persama lukaku.. karna rencana tuhan ta seburuk ini. 

Minggu, 30 April 2017

Rindu Seorang Ayah

Aku adalah orang yang selalu merasa kesepian, seperti itulah keadaanya., waktuku banyak tersita untuk mencari uang meski hasilnya taselalu seperti yang di harapkan aku pergi merantaw ke suatu kota dengan angan dan harapan, tentunya itu semua kulakukan demi keluarga kecilku berat rasanya saat aku harus pergi meninggalkan mereka namun itulah pilihan yang tuhan berikan kepadaku dan harus aku ambil, aku bekerja sebagay pedagang di suatu kota yang jauh dari kota kelahiranku.. aku membuka lapak di pinggir jalan saat sore menjelang malam di tengah keramayan kendaraan berlalulalang di situlah kupanjatkan doa pada tuhan semoga jualanku malam ini habis, itu mungkin do'a yang mewakili pedagang karna bukan hanya aku yang berdoa seperti itu.. berharap ada mereka yang sudi singgah di lapak tempat jualanku dan membeli daganganku.. waktupun terus berputar menunjukan pukul 02:30 pagi saatitu udara terasa dingin menusuk jalananpun mulay sepi dari kendaraan yang berlalulalang, aku termenung teringant anak dan istriku... sedang apa mereka di sana apa mereka merindukan aku seperti halnya aku yang setiap waktu merindukan sosok mereka... ah sudahlah yang penting mereka dalam keadaan baik-baik saja di sana itu yang aku harapkan.. aku menyadari waktuku yang sangak sedikit di rumah membuatku merasa terbebani bukan karna pekerjaan ini melainka rinduku pada mereka... pa...pa... suara pembli memanggilku  aku sedikit kaget.. dua porsi terahir yang di pesanpun sudah di bayar, jualanku masih tersisa sedikit, meski begitu aku tetap bersukur atas rejeki yang tuhan berikan malam ini, melihat waktu sudah jam 03:00  sudah waktunya aku tutup kedayku dan beranjak pulang setelah tibanya di kontrakan ternyata suara Azdjan subuh berkumandang alhamdulilah ujarku dalam hati.. lalu aku bergegas mengambil air wudu dan mendirikan solat subuh di kotrakanku yang sangat sederhana ini dan kuahiri solatku dengan do'a ya Allah Zat yang membolak balikan hati sampaykan pada anak dan istriku bahwasanya aku merindukan mereka ya Allah yang maha prngasih lagi maha penyayang jagalah anak dan istriku dan juga kehornatan keluargaku.. agar aku tenang mencari rizki di jalan yang ekau ridoi amin.

Penulis: AN (inisial)